Cara Menentukan Harga Jual Baju Anak - Lamonte
Baju anak Grade A ready stock ยท Siap jual kembali dengan margin 50-100%
Kembali ke Artikel
2 Oktober 2026

Cara Menentukan Harga Jual Baju Anak

Panduan menghitung harga jual dari modal riil, memahami perbedaan markup dan margin, menyesuaikan biaya tiap kanal penjualan, serta menentukan harga minimum, normal, dan promo.

Cara Menentukan Harga Jual Baju Anak

Harga jual yang baik harus tetap menarik bagi pelanggan sekaligus memberi ruang bagi bisnis untuk bertahan. Menentukan harga hanya dengan meniru kompetitor atau menambahkan nominal tertentu pada harga beli dapat membuat keuntungan terlalu tipis.

Hitung modal riil produk

Masukkan seluruh biaya yang timbul hingga produk siap dijual:

  • Harga beli dari supplier.

  • Ongkir masuk dan biaya penanganan.

  • Kemasan, label, dan kartu ucapan.

  • Biaya admin marketplace atau pembayaran.

  • Komisi affiliate jika digunakan.

  • Subsidi diskon atau ongkir dari penjual.

  • Cadangan untuk retur dan kerusakan.

Jika harga beli Rp70.000, ongkir masuk Rp2.000, kemasan Rp1.500, dan biaya variabel lain diperkirakan Rp1.500, modal riilnya adalah Rp75.000.

Bedakan markup dan margin

Markup adalah persentase tambahan terhadap modal. Margin adalah persentase keuntungan terhadap harga jual. Keduanya tidak sama.

Untuk menentukan harga berdasarkan target margin, gunakan rumus:

Harga jual = modal riil รท (1 โˆ’ target margin)

Jika modal riil Rp75.000 dan target margin kotor 30%, perhitungannya adalah:

Rp75.000 รท 0,70 = Rp107.143

Harga dapat dibulatkan menjadi Rp109.000, kemudian dibandingkan dengan daya beli pasar dan nilai produk.

Perhatikan kanal penjualan

Harga di toko fisik, WhatsApp, marketplace, dan TikTok Shop dapat berbeda karena struktur biayanya tidak sama. Jika marketplace mengenakan biaya layanan atau toko rutin menggunakan voucher, masukkan biaya tersebut sebelum menetapkan harga.

Hindari menaikkan harga secara acak hanya untuk memberikan diskon besar. Promo yang sehat harus tetap menyisakan keuntungan dan tidak membuat harga normal terlihat tidak masuk akal.

Tentukan posisi produk

Produk basic biasanya lebih sensitif terhadap harga karena memiliki banyak pilihan serupa. Produk dengan desain unik, bahan lebih baik, ukuran lengkap, atau presentasi premium dapat memiliki nilai jual lebih tinggi.

Harga juga dipengaruhi pengalaman belanja: kualitas foto, kecepatan respons, kelengkapan informasi ukuran, kerapian kemasan, dan kemudahan penukaran. Pelanggan tidak hanya membeli pakaian, tetapi juga rasa aman dan kemudahan.

Buat tiga batas harga

Untuk setiap produk, catat tiga angka berikut:

  1. Harga minimum: batas terendah agar penjualan tidak merugi.

  2. Harga normal: harga utama yang memberikan margin sehat.

  3. Harga promo: harga sementara yang tetap aman setelah diskon.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu menghitung ulang dari awal setiap kali mengikuti kampanye atau memberikan penawaran kepada pelanggan lama.

Evaluasi secara berkala

Harga beli, ongkir, biaya platform, dan respons pasar dapat berubah. Tinjau kembali harga saat supplier memperbarui harga, biaya marketplace berubah, atau margin mulai menurun.

Lihat data per produk, bukan hanya total omzet. Produk yang laris belum tentu paling menguntungkan jika diskonnya besar atau tingkat returnya tinggi.

Harga jual bukan keputusan sekali jadi. Mulailah dari perhitungan biaya yang lengkap, sesuaikan dengan nilai produk, lalu evaluasi berdasarkan penjualan nyata.

Siap mulai jualan?
Temukan koleksi baju anak Lamonte dan dapatkan harga berdasarkan jumlah pembelian.
BELANJA GROSIR โ†’