Berapa Modal Awal untuk Jualan Baju Anak? - Lamonte
Baju anak Grade A ready stock ยท Siap jual kembali dengan margin 50-100%
Kembali ke Artikel
2 Oktober 2026

Berapa Modal Awal untuk Jualan Baju Anak?

Penjelasan mengenai komponen modal awal jualan baju anak, contoh pembagian anggaran Rp3 juta, cara menghitung modal riil per produk, dan pentingnya menyimpan dana operasional.

Berapa Modal Awal untuk Jualan Baju Anak?

Tidak ada satu angka modal yang cocok untuk semua orang. Modal awal jualan baju anak bergantung pada model bisnis, jumlah stok, target pelanggan, dan kanal penjualan yang digunakan. Usaha ini dapat dimulai secara bertahap, selama pembagian dananya direncanakan dengan baik.

Kenali komponen modal

Modal awal biasanya terbagi menjadi empat bagian:

  1. Modal barang, yaitu biaya membeli koleksi awal dari supplier.

  2. Biaya operasional, seperti kemasan, label, rak, internet, dan transportasi.

  3. Biaya pemasaran, seperti foto, pembuatan konten, voucher, atau iklan.

  4. Dana cadangan, untuk retur, barang cacat, ongkir tambahan, dan kebutuhan restock.

Dengan pembagian tersebut, Anda tidak akan menghabiskan seluruh uang hanya untuk membeli stok.

Contoh pembagian modal Rp3.000.000

Sebagai ilustrasi, modal Rp3.000.000 dapat dibagi seperti berikut:

  • 70% atau Rp2.100.000 untuk stok awal.

  • 10% atau Rp300.000 untuk kemasan dan perlengkapan.

  • 10% atau Rp300.000 untuk konten dan promosi.

  • 10% atau Rp300.000 sebagai dana cadangan.

Pembagian ini bukan aturan mutlak. Jika Anda sudah memiliki alat foto, rak, dan perlengkapan pengemasan, sebagian anggarannya dapat dialihkan untuk menambah stok atau dana promosi.

Pilih stok kecil atau paket usaha

Stok kecil cocok untuk menguji respons pasar. Anda dapat memilih beberapa model dengan jumlah terbatas, lalu mencatat produk mana yang paling cepat terjual.

Paket usaha cocok jika Anda ingin memperoleh kombinasi produk yang lebih banyak dan memiliki modal yang siap diputar. Namun, jangan hanya melihat jumlah potong. Periksa juga variasi kategori, ukuran, warna, dan kesesuaiannya dengan target pembeli.

Seratus produk yang tepat sasaran bisa lebih mudah dijual daripada dua ratus produk yang tidak sesuai kebutuhan pasar.

Hitung modal riil per produk

Gunakan rumus sederhana berikut:

Modal riil per produk = harga beli + ongkir masuk per produk + kemasan + biaya variabel lainnya

Contohnya, harga beli produk Rp70.000. Ongkir masuk setelah dibagi per produk sebesar Rp2.000, sedangkan kemasan Rp1.500. Modal riil produk tersebut adalah Rp73.500, bukan Rp70.000.

Angka inilah yang sebaiknya digunakan sebagai dasar untuk menentukan harga jual.

Jangan menghabiskan modal untuk stok

Stok memang merupakan aset, tetapi stok belum menjadi uang sampai berhasil terjual. Jika seluruh dana digunakan untuk membeli barang, Anda bisa kesulitan membayar kemasan, promosi, ongkir, atau melakukan restock pada produk yang justru laris.

Simpan kas operasional. Ketika produk tertentu mulai cepat habis, dana tersebut membantu Anda membeli ulang tanpa harus menunggu semua stok lama terjual.

Sesuaikan modal dengan kemampuan menjual

Tentukan target yang realistis, misalnya menjual 20โ€“30 produk pada bulan pertama. Hitung stok yang diperlukan dan perkiraan keuntungan kotornya.

Pertimbangkan juga waktu yang tersedia untuk membuat konten, membalas pelanggan, dan memproses pesanan. Stok besar tidak otomatis menghasilkan penjualan apabila toko tidak dikelola secara konsisten.

Modal awal yang sehat bukan modal paling besar, melainkan modal yang terukur. Mulailah dari jumlah yang sanggup Anda kelola, catat setiap pengeluaran, dan tambah stok berdasarkan data penjualan.

Siap mulai jualan?
Temukan koleksi baju anak Lamonte dan dapatkan harga berdasarkan jumlah pembelian.
BELANJA GROSIR โ†’